Saya nyesel banget tidak begitu perhatikan perubahan yang sudah saya lakukan sampai bisa lupa ngepush. Pada akhirnya saya mengerjakan kembali kerjaan yang sudah saya kerjakan sebelumnya. Adanya git sangat membantu ngoding jarak jauh dari segi produktifitas git sangat efesien digunakan dalam pembangun software development yang membutuhkan kalaborasi.

Push dan Pull adalah hal yang penting. Lupa ngepull bisa bentrok file yang akan dipush dan jika main asal push dengan commit yang asal-asalan juga dapat membuat kita nantinya kebingungan kerjaan mana yang sudah kita kerjakan.

Sebenarnya ada best practice yang bisa keterapkan dalam menggunakan git ini.

hal ini seperti :

  • Jangan langsung push ke cabang master atau main
  • Gunakan cabang untuk memisahkan fitur-fitur tersendiri
  • Buatlah pesan yang lebih deskriptif dan berarti pada saat commit, kalau bisa gunakan emoji
  • Jika kalaborasi, jangan lupa fetch atau lebih baik pull dulu untuk mengambil last push baru push kembali agar tidak konflik.
  • Jangan lupa menandai tag untuk versi tertentu sebelum dirilis.
  • Segera hapus (checkout) atau reset untuk mengembalikan perubahan ketika kamu salah dalam melakukan sesuatu.
  • Lihat log untuk mengecek perubahan terakhir

Sepertinya banyak konten yang membahas cara penggunaan git yang benar. Kita bisa dengan mudah menggunakan git tapi bisa saja belum melakukannya dengan benar. Maka dari itu perlu sekali memahami best practice yang biasa digunakan dalam membangun software menggunakan git tersebut.

dan satu lagi, “Jangan lupa push, nanti kerja dua kali -_-. Lelah hayati”

Ala bisa karena biasa.