Sudah beberapa bulan ini saya gunakan micro editor di windows linux ubuntu 20.14.
Saya memilih micro dikarekan mencari alternatif editor yang ringan untuk ngoding di laptop intel celeron atau dual core yang bertenaga 1GHz dengan ram 2gb.
Keterbatasan tersebut membuat saya harus move on dari visual studio code ke micro. Alternatif lainnya saya tetap install sublime karena sublime termasuk ringan dan sempat nongkrong di vim tapi balik lagi karena vim sedikit lupa-lupa ingat ketika menggunakannya atau butuh konsentarasi menggunakannya tidak seperti micro yang jauh lebih mudah gunainnya dan tidak pakai titik dua segala.

Walaupun micro belum ada plugin yang keren-keren atau setidaknya membantu tapi untuk sementara masih boleh ditingkat basic. Vim emang jauh lebih keren sih seperti ada icon dengan vim devicons atau Neo Vim tapi micro juga oke lah untuk pemula yang ngoding di terminal. Pada micro sendiri masih ada bug sih misalnya di filemanagernya kalau kita buat file masih error namun saya belum coba untuk di micro 2 walaupun pluginnya sudah saya install yang versi terakhir.

https://github.com/zyedidia/micro https://gitter.im/zyedidia/micro

Oh ya sebenarnya ada banyak editor yang ingin saya coba bandingkan mana yang mudah dan menyenangkan untuk dipakai sehari-hari baik untuk ngeblog, ngoding dan kegiatan menulis lainnya. pilihan itu terdiri atas beberapa diantaranya :

  • micro editor https://micro-editor.github.io/
  • kakounce https://github.com/mawww/kakoune
  • neovim https://neovim.io/
  • nano https://www.nano-editor.org/download.php
  • tilde https://os.ghalkes.nl/tilde/
  • mle https://github.com/adsr/mle
  • ne https://github.com/vigna/ne
  • kilo https://github.com/antirez/kilo
  • slap https://github.com/slap-editor/slap
  • ox https://github.com/curlpipe/ox
  • kiro https://github.com/rhysd/kiro-editor
  • iota https://github.com/gchp/iota

Au ahh banyak banget yang di list untuk di coba tapi waktunya terbatas banget untuk bisa di tulis reviewnya.